Cloud phone untuk airdrop farmer, TikTok seller, dan dropshipper yang butuh skala banyak akun — tanpa beli HP fisik.
Bukan karena lo banyak posting. Tapi karena sistem platform baca fingerprint lo.
TikTok, Shopee, platform airdrop — semua baca Device ID. Kalau lo login banyak akun dari 1 HP, flagged otomatis.
1 IP residential untuk 5 akun TikTok = sinyal kuat akun tersambung. Satu akun kena review, sisanya ikut.
10 akun = 10 HP = Rp 5-20jt + tempat fisik + repot charge + risiko hilang. Tidak logis untuk skala.
Platform makin canggih deteksi emulator (BlueStacks, LDPlayer). Fingerprint berbeda dari device fisik — langsung suspicious.
Pilih NM·01 sampai NM·20 sesuai jumlah akun yang lo kelola. Setiap device cloud phone punya fingerprint unik — berbeda dari device lain di sistem kami.
Setiap device dapat 1 IP residential berbeda kota. Bukan datacenter, bukan VPN murahan — IP dari ISP rumahan asli Indonesia (Jakarta, Surabaya, Bandung, dll).
Tidak perlu install software khusus. Buka dashboard, klik connect, device siap. Login akun TikTok/Shopee/wallet lo di dalamnya.
Kami rekomendasikan 1-2 hari warm-up per akun baru. Setelah itu, akun beroperasi dengan fingerprint + IP konsisten — behaviour lebih "natural" di mata platform.
Semua paket include: device cloud phone + 1 IP residential ID per device + onboarding support.
▸ Harga per bulan, bayar di muka. Perpanjang manual atau auto-reminder via Telegram.
▸ Custom paket (30, 50+ device) — DM langsung untuk negosiasi.
Cloud phone adalah ARM-based virtualization di server fisik — fingerprint hardware-nya mirip device Android nyata. Emulator jalan di x86 PC, punya signature berbeda yang lebih mudah dideteksi platform. Cloud phone jauh lebih "believable" sebagai device fisik di mata sistem deteksi.
Tidak ada yang bisa jamin itu — platform punya hak penuh enforce ToS mereka. Yang kami bisa pastikan: setiap device punya fingerprint unik dan setiap akun dapat IP residential berbeda, yang secara signifikan mengurangi sinyal multi-akun. Compliance ToS platform tetap tanggung jawab user.
IP datacenter (VPN/proxy murahan) berasal dari server — platform deteksi dengan mudah dan sering blacklist. IP residential berasal dari ISP rumahan nyata (Indihome, Biznet, First Media) — terlihat seperti user biasa yang browsing dari rumah. Jauh lebih sulit di-flag.
Nol. Akses dari browser biasa — buka dashboard, klik device, langsung dapat tampilan Android. Semua konfigurasi proxy dan fingerprint sudah kami handle sebelum device lo aktif. Kalau ada kendala, tim kami di Telegram siap bantu.
Restart via dashboard — biasanya resolve dalam menit. Kalau proxy timeout, kami ganti IP tanpa extra charge. Support aktif 7 hari seminggu jam 08.00-22.00 via Telegram. Respon target dalam 2 jam di jam operasional.
Ya. DM Cito di Telegram @NimaraID — kami kasih akses demo 1 device + 1 IP residential selama 30 menit. Lo bisa test langsung login akun, cek latency, dan lihat tampilan dashboard sebelum commit.